Jan 29

UU NOMOR 14 TH 2005 DAN KEBERADAAN GURU MADRASAH

Saat pemerintah menjunjung tinggi martabat guru secara nasional, yaitu dengan Terbitnya UUGD nomor 14 tahun 2005, pengakuan guru dan penghargaan terhadap profesi yang satu ini, tentu menghembuskan angin segar, sesegar harapan semua guru dalam menatap masa depan dengan senyum kegembiraan.

Namun tersirat dalam undang-undang tersebut, bahwa seluruh guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. hal ini nampaknya masih terabaikan oleh seluruh guru, seolah ternina bobokan oleh kebahagian pengakuan dan tunjangan yang selama ini mati-mnatian diperjuang untuk terpanggil sebagai guru sertifikasi.

Untuk guru secara umum kini telah berdiri kokoh PGRI, yang notabenenya berada pada kementerian Pendidikan Nasional, dan itu pula samapai saat ini belum mampu mengakomodir anggotanya secara maksimal, belum lagi dengan keberadaan guru “MADRASAH” yang berada dalam ruang kamar besar kementrian agama, yang belum tentu tersentuh oleh keberadaan Organisasi tersebut secara menyeluruh.

Mari kita tengok Bab III ayat 1 pada huruf (i) atau diperjelas pada bagian kesembilan ayat 3, untuk itu mari kita pahami undang-undang yang melindungi profesi guru dan waspadai bukan tidak mungkinĀ  uu tersebut menjadi senjata pula, manakala kita tak memahami dengan jelas apa yang menjadi hak dan apa yang menjadi kewajiban sebagai guru.

Kini di negara kita telah berdiri organisasi yang akan mewadahi dan sekaligus menjadi pemenuhan persyaratan yang tertuang dalam uu no 14 tahun 2005 tersebut. yaitu Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia ( PGM Indonesia) telah terdaftar pada KEMENKUMHAM RI,

Untuk itu kami yakin tak akan secepat yang diharapkan untuk tersosialisasinya organisasi tersebut, tanpa bantuan dan kepedulian dari guru Madrasah itu sendiri dan Pemerintah/pemerintah Daerah sesuai pasal 41 ayat 5 Undang-undang Guru dan Dosen.

 

 

Jan 25

KEBUTUHAN ATAU KESADARAN

Setiap Kegiatan manusia mungkin tak semua merupakan kebutuhan, tapi kadang merupakan kesadaran.

sesungguhnya kebutuhan tanpa kesadaran bukan tak mungkin itu keterpakasaan, namun tak ada kebutuhan yang akan mampu memberi manfaat yang optimal tanpa ada kesadaran, sehingga bisa dikatakan bahwa kebutuhan itu tanpa kesadaran

Mar 30

Halo dunia!

Selamat datang di Guru-FKGS. Ini adalah tulisan pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai nge-blog!